Kamis, 10 November 2011

Adil dan Keadilan

Adil dan keadilan

Pengertian Adil
Adil adalah dimana semua orang mendapat hak menurut kewajibannya.
Sebagian besar orang mendefenisikan kata ADIL adalah suatu sikap yang tidak memihak atau sama rata, tidak ada yang lebih dan tidak ada yang kurang, tidak ada pilih kasih dan masih banyak lagi persepsi yang lainnya.

Pengertian Keadilan
Keadilan yaitu merupakan suatu hasil pengambilan keputusan yang mengandung kebenaran, tidak memihak, dapat dipertanggungjawabkan dan memperlakukan setiap orang pada kedudukan yang sama di depan hukum. Keadilan juga dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang didasarkan norma-norma, baik norma agama maupun hukum. Keadilan ditunjukkan melalui sikap dan perbuatan yang tidak berat sebelah dan memberi sesuatu kepada orang lain yang menjadi haknya.

Konsekuensi legal :
  • Semua orang harus secara sama dilindungi hukum, dalam hal ini oleh negara.
  • Tidak ada orang yg akan diperlakukan secara istimewa oleh hukum atau negara.
  • Negara tidak boleh mengeluarkan produk hukum untuk kepentingan kelompok tertentu.
  • Semua warga harus tunduk dan taat kepada hukum yang berlaku.

Tanggung jawab sosial perusahaan mempunyai kaitan yg erat dg penegakan keadilan dlm masyarakat umumnya dan bisnis khususnyaTanggung jawab sosial perusahaan berkaitan langsung dg perbaikan kondisi sosial ekonomi yg semakin sejahtera dan merata.
Perlakukan yg sama thd semua orang sesuai dg hukum yg berlaku.
Masalah keadilan berkaitan scra timbal balik dg kegiatan bisnis, khususnya bisnis yg baik dan etis.


PAHAM TRADISIONAL DALAM BISNIS
a. Keadilan Legal

yaitu menyangkut hubungan antara individu atau kelompok masyarakat dengan negara. semua orang atau kelompok masyarakat diperlakukan secara sama oleh negara di hadapan hukum.

Dasar moral :
1. Semua orang adalah manusia yang mempunyai harkat dan martabat yang sama dan harus diperlakukan secara sama.
2. Semua orang adalah warga negara yang sama status dan kedudukannya, bahkan sama kewajiban sipilnya, sehingga harus diperlakukan sama sesuai dengan hukum yang berlaku.

PAHAM TRADISIONAL DALAM BISNIS
a. Keadilan Legal

Menyangkut hubungan antara individu atau kelompok masyarakat dengan negara. Intinya adalah semua orang atau kelompok masyarakat diperlakukan secara sama oleh negara di hadapan hukum.

Dasar moral :
1. Semua orang adalah manusia yang mempunyai harkat dan martabat yang sama dan harus diperlakukan secara sama.
2. Semua orang adalah warga negara yang sama status dan kedudukannya, bahkan sama kewajiban sipilnya, sehingga harus diperlakukan sama sesuai dengan hukum yang berlaku.

b. Keadilan Komutatif
Mengatur hubungan yg adil atau fair antara orang yg satu dg yg lain atau warga negara satu dg warga negara lainnya.
Menuntut agar dlm interaksi sosial antara warga satu dg yg lainnya tidak boleh ada pihak yg dirugikan hak dan kepentingannya.

Dlm bisnis, keadilan komutatif disebut sbg keadilan tukar. Dengan kata lain keadilan komutatif menyangkut pertukaran yg fair antara pihak-pihak yg terlibat.

c. Keadilan Distributif
Keadilan distributif (keadilan ekonomi) adl distribusi ekonomi yg merata atau yg dianggap merata bagi semua warga negara. Menyangkut pembagian kekayaan ekonomi atau hasil-hasil pembangunan.

Menurut Aristoteles, distribusi ekonomi didasarkan pada prestasi dan peran masing-masing orang dlm mengejar tujuan bersama seluruh warga negara. Keadilan distributif juga berkaitan dg prinsip perlakuan yg sama sesuai dg aturan dan ketentuan dlm perusahaan yg juga adil dan baik.

KEADILAN INDIVIDUAL DAN STRUKTURAL

Keadilan dan upaya menegakkan keadilan menyangkut aspek lebih luas berupa penciptaan sistem yg mendukung terwujudnya keadilan tsb. Prinsip keadilan legal berupa perlakuan yg sama thd setiap orang bukan lagi soal orang per orang, melainkan menyangkut sistem dan struktur sosial politik scr keseluruhan.
Untuk bisa menegakkan keadilan legal, dibutuhkan sistem sosial politik yg memang mewadahi dan memberi tempat bagi tegaknya keadilan legal tsb, termasuk dlm bidang bisnis.

Dlm bidang bisnis dan ekonomi, mensyaratkan suatu pemerintahan yg juga adil:
pemerintah yg tunduk dan taat pada aturan keadilan dan bertindak berdasarkan aturan keadilan itu. Yg dibutuhkan adalah apakah sistem sosial politik berfungsi sedemikian rupa hingga memungkinkan distribusi ekonomi bisa berjalan baik utk mencapai suatu situasi sosial dan ekonomi yg bisa dianggap cukup adil.


TEORI KEADILAN ADAM SMITH

Adam Smith hanya menerima satu konsep keadilan yaitu keadilan komutatif.
Alasannya:
1. Keadilan sesungguhnya hanya punya satu arti, yaitu keadilan komutatif yg menyangkut kesetaraan, keseimbangan, keharmonisan hubungan antara satu orang dg orang lain. Ketidakadilan berarti pincangnya hubungan antarmanusia karena kesetaraan yg terganggu.
2. Keadilan legal sudah terkandung dlm keadilan komutatif, karena keadilan legal hanya konsekuensi lebih lanjut dari prinsip keadilan komutatif. Demi menegakkan keadilan komutatif, negara harus bersikap netral dan memperlakukan semua pihak scr sama tanpa terkecuali.
3. Juga menolak keadilan distributif, karena apa yg disebut keadilan selalu menyangkut hak: semua orang tidak boleh dirugikan haknya. Keadilan distributif justru tidak berkaitan dg hak. Orang miskin tidak punya hak untuk menuntut dari orang kaya untuk membagi kekayaannya kpd mereka. Orang miskin hanya bisa meminta, tidak bisa menuntutnya sbg sebuah hak. Orang kaya tidak bisa dipaksa utk memperbaiki keadaan sosial ekonomi orang miskin.

Prinsip Komutatif Adam Smith:
Prinsip No Harm
Prinsip Non – Intervention
Prinsip Keadilan Tukar

Prinsip No Harm
Yaitu prinsip tidak merugikan orang lain, khususnya tidak merugikan hak dan kepentingan orang lain.Prinsip ini menuntuk agar dlm interaksi sosial apapun setiap orang harus menahan dirinya untuk tidak sampai merugikan hak dan kepentingan orang lain, sebagaimana ia sendiri tidak mau agar hak dan kepentingannya dirugikan oleh siapapun.
Dalam bisnis, tidak boleh ada pihak yg dirugikan hak dan kepentingannya, entah sbg konsumen, pemasok, penyalur, karyawan, investor, maupun masyarakat luas.

Prinsip Non-Intervention
Yaitu prinsip tidak ikut campur tangan. Prinsip ini menuntut agar demi jaminan dan penghargaan atas hak dan kepentingan setiap orang, tidak seorangpun diperkenankan untuk ikut campur tangan dlm kehidupan dan kegiatan orang lain
Campur tangan dlm bentuk apapun akan merupakan pelanggaran thd hak orang ttt yg merupakan suatu harm (kerugian) dan itu berarti telah terjadi ketidakadilan.
Dlm hubungan antara pemerintah dan rakyat, pemerintah tidak diperkenankan ikut campur tangan dalam kehidupan pribadi setiap warga negara tanpa alasan yg dpt diterima, dan campur tangan pemerintah akan dianggap sbg pelanggaran keadilan.
Dlm bidang ekonomi, campur tangan pemerintah dlm urusan bisnis setiap warga negara tanpa alasan yg sah akan dianggap sbg tindakah tidak adil dan merupakan pelajara

contoh dan analisis kasus:
contoh : mengenai kasus hukum ketidakadilan di Indonesia, seperti kasus BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia ) mengapa obligor SYN dalam kasus BDNI masih diberi kebebasan untuk ”buron” ke luar negeri dengan alasan kesehatan dan mendapat izin Jaksa Agung, sedangkan tersangka/terdakwa lain tidak diberi perlakuan sama dan tetap dikenakan penahanan serta dituntut secara pidana
analisis : Kasus BLBI, terutama pasca-Inpres No 8/2002, merupakan tindak pidana korupsi karena unsur melawan hukum, memperkaya diri atau orang lain atau korporasi, dan kerugian negara telah dipenuhi. Penyelesaian di luar pengadilan juga tidak membuahkan hasil signifikan bagi kepentingan negara. Selain itu, tidak ada iktikad baik dari penerima BLBI, antara lain nilai jaminan jauh lebih rendah dari nilai kewajiban yang seharusnya diselesaikan kepada negara dan tidak kooperatif terhadap pemanggilan Kejagung.
KPK dapat mengambil alih dalam rangka supervisi ( Pasal 9 juncto Pasal 8 ) dan merujuk Pasal 68 UU No 30/2002 tentang KPK. Tidak ada alasan bahwa KPK tidak dapat mengambil alih kasus BLBI karena hukum acara pidana Indonesia (Pasal 284 Ayat 1 KUHAP) tegas tidak mengakui asas nonretroaktif sepanjang terkait dengan kewenangan menyidik dan menuntut perkara sebelum KUHAP terbentuk. Asas itu diakui dalam proses kriminalisasi suatu perbuatan menjadi tindak pidana vide Pasal 1 Ayat (1) KUHP.


sumber : google.com

Selasa, 01 November 2011

contoh konflik antar penjual dan konsumen

ada seorang konsumen yang membeli sebuah produk berupa alat kecantikan. awalnya pegawainya menawarkan dan berusaha membujuk sang konsumen agar membeli produknya tersebut, dan pada akhirnya konsumen tertarik pada produk yang ditawarkan tersebut dan akhirnya membeli. ketika barang tersebut sudah dibeli dan dipakai oleh konsumen tersebut, ternyata produknya tersebut kurang memuaskan (produk tersebut rusak/cacat). Konsumen tersebutpun akhirnya kembali ketempat barang itu dijual dan kemudian komplain kepada penjualnya. pertamanya penjual itu tidak percaya dan memberi alasan yang berbelit-belit,dengan melalui proses perdebatan yang sangat panjang dan setelah dicoba lagi,ternyata memang benar produk tersebut rusak/cacat. penjual itupun kemudian meminta maaf dan memberi solusi dengan mengganti dengan produk yang sejenis. konsumen itupun setuju dengan solusi yang ditawarkan oleh penjual, dan akhirnya terjadi kesepakatan antara penjual dan pembeli(konsumen) tersebut, dan akhirnya masalah dapat terselesaikan dengan baik.

dalam sudut pandang etika bisnis,menurut saya cara mengambil kesepakatan tersebut baik,karena masalah dapat terselesaikan dengan cepat dan baik, tapi sebagai pembeli, kita juga harus teliti sebelum membeli barang yang kita inginkan agar konflik semacam itu tidak terjadi.

Selasa, 18 Oktober 2011

corporate social responsibilies (CSR)

Pengertian CSR :

CSR adalah operasi bisnis yang berkomitmen tidak hanya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan secara finansial, melainkan pula untuk pembangunan sosial-ekonomi kawasan secara holistik, melembaga dan berkelanjutan.

Dalam konteks pemberdayaan, CSR merupakan bagian dari policy perusahaan yang dijalankan secara profesional dan melembaga. CSR kemudian identik dengan CSP (corporate social policy), yakni strategi dan roadmap perusahaan yang mengintegrasikan tanggung jawab ekonomis korporasi dengan tanggung jawab legal, etis, dan sosial sebagaimana konsep piramida CSR-nya Archie B. Carol (Suharto, 2007a) .

Dalam literatur pekerjaan sosial (social work), CSR termasuk dalam gugus Pekerjaan Sosial Industri, industrial social work atau occupational social work (Suharto, 2007a). Pekerjaan Sosial Industri mencakup pelayanan sosial internal dan eksternal.

Sumber : http://www.policy.hu/suharto/Naskah%20PDF/CSRIntipesanJkt.pdf


Manfaat CSR Bagi Masyarakat :

Dalam menjalankan tanggungjawab sosialnya, perusahaan memfokuskan
perhatiannya kepada tiga hal yaitu (profit), masyarakat (people), dan lingkungan (planet). Perusahaan harus memiliki tingkat profitabilitas yang memadai sebab laba merupakan fondasi bagi perusahaan untuk dapat berkembang dan mempertahankan eksistensinya.

Dengan memperhatikan masyarakat, perusahaan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Perhatian terhadap masyarakat dapat dilakukan dengan cara perusahaan melakukan aktivitas-aktivitas serta pembuatan kebijakan-kebijakan yang dapat meningkatkan kesejahteraan, kualitas hidup dan kompetensi masyarakat diberbagai bidang.

Dengan memperhatikan lingkungan, perusahaan dapat ikut berpartisipasi dalam usaha pelestarian lingkungan demi terpeliharanya kualitas hidup umat manusia dalam jangka panjang. Keterlibatan perusahaan dalam pemeliharaan dan pelestarian lingkungan berarti perusahaan
Keuntungan Bagi Perusahaan :

CSR dapat member banyak keuntungan yaitu :
(1) Peningkatan profitabilitas bagi perusahaan dan kinerja
finansial yang lebih baik. Banyak perusahaanperusahaan besar yang mengimplementasikan program CSR menunjukan keuntungan yang nyata terhadap peningkatan nilai saham

(2)Menurunkan risiko benturan dengan komunitas masyarakat sekitar, karena sesungguhnya substansi keberadaan CSR adalah dalam rangka memperkuat keberlanjutan perusahaan itu sendiri disebuah kawasan, dengan jalan membangun kerjasama antar stakeholder yang difasilitasi perusahaan tersebut dengan menyusun programprogram pengembangan masyarakat sekitar atau dalam pengertian kemampuan perusahaan untuk dapat beradaptasi dengan lingkungannya, komunitas dan stakeholder yang terkait:

(3)Mampu meningkatkan reputasi perusahaan yang dapat dipandang sebagai social marketing bagi perusahaan tersebut yang juga merupakan bagian dari pembangunan citra perusahaan (corporate image building). Kegiatan CSR yang diarahkan memperbaiki konteks korporat inilah yang memungkinkan alignment antara manfaat sosial dan bisnis yang muaranya untuk meraih keuntungan materi dan sosial dalam jangka panjang.

Sumber : http://fisip.uns.ac.id/publikasi/sp4_2_priyanto.pdf

Contoh Perusahaan :
Contoh yang paling terkenal adalah The Body Shop. Pendirinya, Anita Roddick, sejak awal memang mengaplikasikan ”green concept” dalam perusahaan penghasil kosmetik ini.

Sumber : http://vlisa.com/2008/04/07/mengintip-csr-di-indonesia/

Senin, 10 Oktober 2011

Teori Etika..

A. Etika Teleologi
berasal dari kata Yunani yaitu Telos = tujuan, yaitu mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yg ingin dicapai atau akibat yg ditimbukan oleh tindakan itu.

ada dua aliran etika teleologi yaitu :
  • Egoisme Etis
    yaitu tindakan yang bertujuan untuk kepentingan diri sendiri.
    contoh : pada saat lampu merah,masih saja tetap jalan hanya karena sedang terburu-buru tanpa memperdulikan orang sekitar sehingga terjadi kecelakaan.
  • Utilitarianisme
    berasal dari bahasa latin yg berarti "bermanfaat". Bertujuan pada manfaat dari suatu tindakan.
    contoh : mengadakan baksos untuk anak-anak yatim piatu disuatu panti asuhan.
B. Deontologi
tindakan yang menitik beratkan pada kewajiban.
contoh : melakukan pembayaran rekening air.

C. Teori Hak
Merupakan aspek dari Deontologi karena hak dan kewajiban itu saling berhubungan. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama.
Contoh : ketika kita sudah memenuhi kewajiban kita untuk membayar air, hak kita adalah mendapat pelayanan dari PAM dengan baik. Tapi jika hak kita tidak dapat dipenuhi, kita bisa menuntut hak kita tersebut.


D. Teori Keutamaan
Teori keutamaan tidak menanyakan tindakan mana yang etis dan tindakan mana yang tidak etis. Teori ini tidak lagi mempertanyakan suatu tindakan, tetapi berangkat dari pertanyaan mengenai sifat-sifat atau karakter yang harus dimiliki oleh seseorang agar bisa disebut sebagai manusia utama, dan sifat-sifat atau karakter.
contoh : seseorang bisa mengutamakan hal yang dia inginkan dengan usaha dan kerja keras untuk dapat memenuhi keinginannya tersebut.

Selasa, 04 Oktober 2011

analisis iklan coca cola di tv.....

a. Communication Act Iklan Coca Cola

Pada iklan coca cola terjadi pertukaran komunikasi antara sender dan receiver. Sender (pembuat iklan) pada iklan ini menggunakan gaya Reward Power yaitu membujuk receiver/konsumen untuk mencoba produk baru dari coca cola. Pembuat iklan menjanjikan suatu hadiah (reward) kepada calon pembeli yaitu satu botol bisa digunakan untuk berkumpul dengan ternan-teman atau sahabat. Janji tersebut dapat dilihat pada kalimat ‘Baru! Botol 1 liter plastik bikin ngumpul makin seru!’. Kalimat tersebut mengindikasikan bahwa produk coca cola mempunyai produk yang baru dengan kemasan botol isi satu liter yang dapat digunakan untuk untuk mengumpulkan teman-teman dan akan membuat suasana menjadi lebih ceria dan seru. Konsumen yang membeli produk ini akan mendapatkan reward dari perusahaan berupa perasaan gembira ketika mereka bisa berkumpul dengan teman-temannya.

Selain itu, dalam kalimat ‘Rasakan hidup ala COCA COLA’ pembuat iklan membujuk pembaca untuk mencoba gaya hidup yang selalu dekat Coca cola, gaya hidup yang ceria dan bahagia. Dengan kata lain produsen menjanjikan adanya suatu kehidupan yang penuh keceriaan dan kebahagiaan ketika mereka meminum Coca cola.

1. a. Bahasa Iklan

Untuk menarik konsumen dalam menggunakan produknya, iklan Coca cola menggunakan kalimat perintah dalam produknya. Kalimat perintah dalam produk tersebut dapat dilihat pada kalimat yang berbunyi: ‘Rasakan hidup ala Coca cola’, kalimat tersebut mengandung makna bahwa konsumen yang belum pernah minum Coca cola supaya mencoba minum Coca cola, setelah mencoba minum Coca cola konsumen akan merasakan perbedaan gaya hidup, hidup akan terasa lebih ceria, bahagia dan segala permasalahan akan mudah diatasi.

Iklan ini juga menggunakan bahasa pujian. Pujian tersebut dapat dilihat pada slogan yang berbunyi ‘Teman Ngumpul’. Makna dari slogan tersebut adalah Coca cola yang hanya l liter bisa digunakan sebagai sarana berkumpulnya teman teman atau sahabat-sahabat, dan membuat suasana kumpul menjadi lebih ceria dan bahagia.

2. a . Anchorage Iklan Coca Cola

Anchorage digunakan untuk menggambarkan fungsi kata-kata yang digunakan sebagai caption (teks pendamping gambar). Pada iklan Coca cola caption yang berbunyi ‘Baru!’ menyatakan bahwa ada Coca cola mempunyai produk baru yang mempunyai rasa lebih dingin dan segar. Produk baru Coca cola tersebut mempunyai satu kelebihan yaitu bahwa satu botol Coca cola dapat diminum bersama-sama dengan teman-teman dan akan selalu membuat suasana menjadi menyenangkan. Hal ini dinyatakan dalam caption “Botol 1 liter bisa bikin ngumpul dan makin seru”.

Apabila kedua caption diatas digabung bersam-sama menjadi caption “Baru! Botol 1 liter bisa bikin ngumpul dan makin seru” maka hal itu menyatakan bahwa Coca cola memilki kemasan baru yaitu kemasan dalam botol 1 liter. Kemasan baru dapat diminum bersama-sama dengan teman-teman dan akan membuat suasana menjadi semakin menyenangkan.

Caption “Botol 1 liter bisa bikin ngumpul dan makin seru” didukung oleh ikon lima rang pemuda yang tangannya sedang menempel dengan ekspresi wajah sedang tertawa. Caption “bikin ngumpul” sangatlah mendukung ikon lima orang remaja yang tangannya saling menempel yang mempunyai makna suatu persabatan.

Caption “makin seru” didukung oleh ikon ekspresi wajah yang menyatakan suatu kebahagiaan dan keceriaan.

Dengan demikian Caption “Baru! Botol 1 liter bisa bikin ngumpul dan makin seru” sangatlah mendukung ikon-ikon yang ada dalam iklan seperti ikon ekspresi muka, tangan yang menempel, botol besar dengan butiran es serta ikon lainnya. Selain itu anchorage juga berfungsi untuk apa sesungguhnya gambar itu.

Keunggulan lain dari produk Coca cola kemasan baru ini dinyatakan dalam caption ‘Enggak perlu bayar deposit botol, enggak perlu dikembalikan lagi!’. Produk baru Coca cola kemasan 1 liter selain murah juga praktis. Berbeda dengan kemasan sebelumnya yang mengharuskan pembeli untuk membayar deposit botolnya ataupun mengembalikan botolnya kepada agen penjualnya, maka produk baru ini memberi keuntungan kepada konsumen dengan tidak perlu membayar deposit botol ataupun mengembalikan botol kepada penjual, sehingga pihak pembeli tidak perlu kehilangan waktu untuk pergi mengembalikan botol.

3. c . Preferred Readings

Kata-kata tertentu pada bacaan dalam second order siginfication mengarahkan kita untuk memahami mengapa sebuah gambar digunakan serta bagaimana kita harus membacanya. Katakata tersebut dibuat sebagai suatu preferred readings. Dalam iklan Coca cola, preferred reading membantu kita untuk memahami bahwa meminum Coca cola memberikan kesan trendy dan ceria. Preffered reading yang digunakan pada iklan Coca cola ini adalah dominant system, yaitu sistem yang menyampaikan nilai-nilai yang dominant suatu komunitas tertentu. Dominant system pada iklan ini adalah kode dari komunitas kaum remaja. Ini merupakan kode yang menyatakan bahwa kaum remaja yang minum Coca cola memiliki gaya hidup trendy, ceria, dan senang berkumpul dengan teman-teman.

4. d. Sosial Determination of Meaning

Negosiasi-negosiasi antara pembaca dan teks sangat dipengaruhi oleh posisi mereka dalam struktur social masyarakat. Pengaruh penentu ini meliputi kelas social dan berbagai macam faktor seperti pendidikan, pekerjaan, agama, keluarga, usia dan lain sebagainya. Orang yang berasal dari struktur dan kelas sosial yang berbeda akan memandang iklan Coca cola dengan pandangan yang berbeda pula.

Bagi para remaja, meminum Coca cola merupakan suatu tindakan yang menyenangkan sehingga mereka akan cenderung menjadi preferred reading iklan tersebut. Kebiasaan para remaja yang senang kumpul-kumpul dengan teman-temannya kemudian dimanfaatkan oleh pembuat iklan untuk mempengaruhi mereka dengan mengatakan bahwa Coca cola adalah minuman yang akan membuat acara kumpul-kumpul mereka menjadi lebih menyenangkan. Mereka tidak akan memperdulikan bahwa pengkonsumsian yang berlebihan akan berpengaruh buruk pada kesehatan mereka.

Berlainan dengan para remaja, kelompok orang yang mungkin sudah lebih dewasa, yang tidak mempunyai cukup waktu untuk banyak berkumpul dengan teman-temannya serta mereka yang perduli pada dampak buruk terhadap apa-apa yang mereka konsumsi mungkin akan melihat iklan Coca cola bukanlah iklan yang baik. Caption yang menyatakan bahwa Coca cola adalah temannya ngumpul mungkin kurang begitu dapat menyentuh mereka karena kelompok kelas masyarakat tersebut sudah mempunyai pendapat yang berbeda. Bagi mereka yang sibuk mungkin berkumpul dengan teman-teman hanya akan membuang waktu saja, sedangkan bagi mereka yang sangat memperhatikan kesehatan mungkin akan melihat bahwa minuman Coca cola membawa dampak yang kurang baik bagi kesehatan.

5. D . Kesimpulan

    1. Iklan Coca-cola mencoba membujuk calon konsumen dengan menggunakan reward power berupa harga Coca-cola kemasan baru yang lebih murah serta rasanya yang akan membuat suasana menjadi lebih ceria. Penggunakan reward power ini menunjukkan bahwa posisi produsen lebih tinggi daripada posisi konsumen karena merekalah yang menyedikan reward.
    2. Ikon-ikon yang ada dalam iklan menunjukakan bahwa Coca-cola merupakan minuman menyegarkan yang akan selalu membuat kita merasa ceria dan bahagia.
    3. Minuman coca cola juga akan membuat persahabatan semakin menyenangkan.
    4. Iklan Coca cola diarahkan kepada kelompok masyarakat usia remaja yang suka berkumpul bersama dengan teman-teman mereka.
    5. Iklan Coca cola tidak melanggar nilai dan norma yang dianut oleh kebanyakan masyarakat Indonesia.

Sumber ref. : http://kennyapp102.wordpress.com/2010/06/24/analisis-iklan-coca-cola/

Sabtu, 24 September 2011

..Pengertian Etika Bisnis..

Pengertian Etika Berdasarkan Bahasa

Menurut bahasa Yunani Kuno, etika berasal dari kata ethikos yang berarti "timbul dari kebiasaan". Etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama:

1. meta-etika (studi konsep etika),

2. etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan

3. etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika) (id.wikipedia.org).

Etika bisnis memiliki padanan kata yang bervariasi, yaitu (Bertens, 2000):

1. Bahasa Belanda à bedrijfsethiek (etika perusahaan).

2. Bahasa Jerman à Unternehmensethik (etika usaha).

3. Bahasa Inggris à corporate ethics (etika korporasi).

Analisis Arti Etika

Untuk menganalisis arti-arti etika, dibedakan menjadi dua jenis etika (Bertens, 2000):

1. Etika sebagai Praktis

a. Nilai-nilai dan norma-norma moral sejauh dipraktekkan atau justru tidak dipraktekkan walaupun seharusnya dipraktekkan.

b. Apa yang dilakukan sejauh sesuai atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral.

2. Etika sebagai Refleksi

a. Pemikiran moral berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan.

b. Berbicara tentang etika sebagai praksis atau mengambil praksis etis sebagai objeknya.

c. Menyoroti dan menilai baik buruknya perilaku orang.

d. Dapat dijalankan pada taraf populer maupun ilmiah.

Perkembangan Etika Bisnis

Berikut perkembangan etika bisnis menurut Bertens (2000):

1. Situasi Dahulu

Pada awal sejarah filsafat, Plato, Aristoteles, dan filsuf-filsuf Yunani lain menyelidiki bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara dan membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga harus diatur.

2. Masa Peralihan: tahun 1960-an

Ditandai pemberontakan terhadap kuasa dan otoritas di Amerika Serikat (AS), revolusi mahasiswa (di ibukota Perancis), penolakan terhadap establishment (kemapanan). Hal ini memberi perhatian pada dunia pendidikan khususnya manajemen, yaitu dengan menambahkan mata kuliah baru dalam kurikulum dengan nama Business and Society. Topik yang paling sering dibahas adalah corporate social responsibility.

3. Etika Bisnis Lahir di AS: tahun 1970-an

Sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis di sekitar bisnis dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang sedang meliputi dunia bisnis di AS.

4. Etika Bisnis Meluas ke Eropa: tahun 1980-an

Di Eropa Barat, etika bisnis sebagai ilmu baru mulai berkembang kira-kira 10 tahun kemudian. Terdapat forum pertemuan antara akademisi dari universitas serta sekolah bisnis yang disebut European Business Ethics Network (EBEN).

5. Etika Bisnis menjadi Fenomena Global: tahun 1990-an

Tidak terbatas lagi pada dunia Barat. Etika bisnis sudah dikembangkan di seluruh dunia. Telah didirikan International Society for Business, Economics, and Ethics (ISBEE) pada 25-28 Juli 1996 di Tokyo.

Pengertian Etika Bisnis

Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis (Velasquez, 2005).

Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:

1. Pengendalian diri

2. Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)

3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi

4. Menciptakan persaingan yang sehat

5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”

6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)

7. Mampu menyatakan yang benar itu benar

8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah

9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama

10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati

11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum yang berupa peraturan perundang-undangan

Ada 3 jenis masalah yang dihadapi dalam Etika yaitu :

1. Sistematik

Masalah-masalah sistematik dalam etika bisnis pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai sistem ekonomi, politik, hukum, dan sistem sosial lainnya dimana bisnis beroperasi.

2. Korporasi

Permasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan, praktik dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.

3. Individu

Permasalahan individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan dan karakter individual.

Jadi,secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.


Sumber: http://andyhariman.blogspot.com/2010/01/pengertian-etika-bisnis.html

Selasa, 10 Mei 2011

nikmatnya menjadi wirausahawan...

nama : novita nur rohmah
npm : 10208906
kelas : 3ea02

TELINGA saya berdengung seakan-akan saya tak biasa, ketika di satu kesempatan berwawancara dengan salah seorang mahasiswa di kampus tempat saya mengabdi."Apa tujuan anda kuliah?" Lalu pertanyaan saya dengan enteng dia jawab,"Saya tak tahu tujuan kuliah saya, paling buat cari kerja".
Jawaban tadi bagi kalangan anak-anak kampus adalah hal biasa, tetapi kali ini membuat saya merasa jengkel. Betapa tidak? Meski itu bukanlah menjadi urusan pribadi saya, tapi paling tidak, sebagai anggota kalangan pendidik, saya merasa ikut bertanggung jawab dengan apa yang dilakukan mahasiswa tadi, atau pun mahasiswa lainnya yang mungkin memiliki visi dan misi apatis yang sama.
Lalu saya tanya kembali,"Jadi buat apa anda kuliah bila tak tahu tujuan? Mengapa tidak menjadi pengusaha saja?" Mahasiswa itu kemudian menjawab,"Pengusaha kan

butuh modal". Saya lalu bertanya kembali,"Anda masuk kuliah juga memakai modal kan

?" Dahinya tiba-tiba mengerut bingung, saya ingin tertawa melihat ekspresi wajahnya. "Coba hitung jumlah uang kuliah yang telah dikeluarkan?" tanya saya,"Dan hitung lagi detik demi detik yang kamu lewati dan hasil tenaga yang kamu gunakan? Berapa?" Antara ingin tertawa dan prihatin dengan perubahan wajahnya yang mendadak kaku, saya bertanya lagi,"Ada tidak hasilnya? Bermanfaat tidak?"
Saya menggeleng kepala, ketika dia memaparkan mimpinya yang suatu saat ingin menjadi manajer di sebuah perusahaan dan memiliki uang banyak dengan dimulai mencari kerja setelah lulus nanti. Saya hanya tersenyum pahit ketika menyadari orang boleh bermimpi, dengan berusaha keras. Yang membuat hati saya gundah adalah mencari kerja sesuai impian apakah semudah yang dibayangkan? Apalagi di saat banyaka manusia Indonesia yang menjerit kebingungan mencari cara mendapatkan penghasilan untuk hidup sewajarnya.

Cara Berpikir

Sebenarnya cara berpikir akan tujuan kuliah pada masa siswa berusia awal produktivitas, haruslah ditekankan dengan diberikan gambaran arti masa depan pada saat mereka sudah mulai memasuki jenjang akhir sekolah menengah, agar mereka tidak menjadi manusia yang hanya ikut-ikutan atau sekadar latah ingin kuliah karena gengsi akan sebuah "prestise".
Pembenahan cara berpikir, tamat sekolah SMA/SMK tidak selalu diharuskan kuliah, tetapi lebih ditanamkan kepada mereka bahwa kuliah itu untuk menggali potensi diri dari apa yang menjadi keinginan dan bakat diri, dan untuk menunjang kualitas cara berpikir dan berusaha di bidang yang ingin digelutinya dalam mencapai masa depan, bukan sekadar untuk mencari kerja. Karena kenyataannya begitu banyak pola pikir anak muda yang belum bisa dihilangkan adalah kuliah karena ingin mendapatkan selembar kertas sertifikat untuk mencari kerja. Hasilnya? Bukan jumlah puluhan manusia muda yang menjadi penganggur, bahkan jumlah pengangguran kini telah mencapai angka jutaan di atas sewajarnya setiap tahunnya.
Sangat disayangkan uang berhamburan tak jelas seperti itu. Bila saja uang itu digunakan untuk menjadi modal untuk berusaha, pastilah akan terlihat hasilnya. Dengan modal yang tak harus besar, dengan menyesuaikan target sasaran, penghitungan yang cermat, dan banyak belajar dari para pengusaha sukses dalam berusaha, dan terutama hemat dalam pengeluaran operasional , saya yakin, modal itu tak akan terbuang percuma.

Menjalankan Usaha

Dalam menjalankan usaha, setiap orang pastilah tidak selalu lancar dan menguntungkan. Kadang harus turun tebing, baru merangkak naik kembali, kembali terjatuh, tersandung, terpeleset, dan harus sengsara dulu. Dengan jalan seperti itulah, puncak dari petualangan berusaha akan dicapai, salah satunya mendapatkan kebahagiaan itu. Dan yang jelas, justru hal seperti inilah yang dapat mempercerdas daya pemikiran kita, karena otak kita terus dilatih oleh keadaan yang membuat kita mampu bersaing dan mengelola hidup ini, dari pada hanya sekadar menjadi pekerja yang duduk di balik meja dan tak memiliki daya kembang pemikiran untuk sesuatu yang lebih berarti.
Dan yang terpenting untuk menjadi pengusaha adalah seseorang yang dapat memberi manfaat bagi orang lain, bisa membantu orang lain, bisa menolong orang lain. Bukan malah menjadi pengemis berdasi menginginkan akan sebuah pekerjaan di sebuah perusahaan dengan stagnasi karir yang paling hanya mendapatkan penghasilan seperempat dari pada seorang pengusaha.
Saya jadi teringat pada pakaian yang saya kenakan saat itu, sangatlah elegan. Di sebuah bank, saya mengantre, karena ingin menyetor sisa uang gaji saya untuk ditabung yang tak sampai setengah juta, di depan saya berdiri seorang laki-laki tua yang berpakaian sangat sederhana, dan saya kenal orang itu. Bapak penjual baso kegemaran saya di pasar. Beliau menyetor uang dari hasil dagang seharinya dengan jumlah lima kali lipat dari sisa gaji hasil keringat saya yang terperas selama sebulan. Saya hanya tertawa dalam hati. Menertawakan diri saya sendiri. Karena sama-sama manusia, tapi ternyata saya kalah gesit dan giat daripada bapak tua itu. Saya berpikiran: buat apa tampang saya "jenderal", kalau saya berdompet "kopral". Mending saya bertampang "kopral" tapi saya berdompet "jenderal". Saya tertegun, pastinya saya bisa bantu orang lain lebih banyak, kalau saya memiliki penghasilan yang banyak juga, iya kan?

Modal Sedengkul

Sejak itulah akhirnya dengan modal cuma sedengkul, saya beranikan diri untuk membuka usaha. Usaha yang sesuai dengan bakat saya. Dan alhamdulillah, kini saya memiliki dua kantong yang bisa saya gunakan untuk tak hanya sekadar memenuhi kebutuhan sendiri, akan tetapi juga sekaligus mengamalkan hasil pendapatan saya untuk membantu orang lain.
Tak hanya sebagai seorang pegawai yang selama ini terbiasa menerima gaji, kini sering kali saya diliputi perasaan haru dan bahagia ketika bisa memberi gaji kepada orang lain dengan uang dari hasil usaha yang kita rintis.
Padahal, selama ini kita sering memberi gaji atau upah kepada pembantu dengan uang kita sendiri, uang dari gaji kita sendiri. Namun beda sekali rasanya menggaji karyawan dengan uang hasil usaha dari usaha kita sendiri. Yang pertama ada perasaan mengurangi uang dari kantong kita, sedangkan yang kedua mampu menghadirkan rasa bahwa jerih payah kita membuka usaha bisa bermanfaat, bisa menjadi jalan untuk menolong orang lain dan membahagiakan orang lain, yaitu karyawan kita.
Tidak bisa dipungkiri, dengan berbisnis kita mengharapkan mendapatkan keuntungn yang cukup dan bisa menutupi biaya-biaya yang timbul. Untuk itu, kita perlu menetapkan target harian, mingguan dan bulanan. Saat-saat bisa mencapai omset yang ditargetkan dan melampauinya, bisa menjadi momen yang menggembirakan dan memuaskan. Pada saat saya menjalani bisnis, saya paling senang mendapatkan cash-in setiap harinya, sangat berbeda dengan menjadi pegawai yang mendapatkan cash-in setiap bulannya.
Bukankah Tuhan telah berseru kepada manusia untuk terus berusaha? Bukankah kita telah diberikan akal untuk diolah menjadi pemikiran yang kreatif? Kata-kata yang selalu terngiang ditelinga saya adalah telah diciptakan oleh-Nya 10 pintu rejeki. Sembilan di antaranya adalah bagi para pedagang/pengusaha, dan hanya satu untuk si pekerja. Indah bukan?***


sumber : http://kabar-cirebon.com